BerandaUncategorizedWartawan Dicekik Saat Meliput Eksekusi Lahan Di Caracas, Jakarta Timur.

Wartawan Dicekik Saat Meliput Eksekusi Lahan Di Caracas, Jakarta Timur.

indenpendennews.com–– Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi merealisasikan program sekolah gratis di 103 sekolah swasta dengan total anggaran mencapai Rp253.625.139.600.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis Pemprov DKI dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi seluruh warga Jakarta, khususnya keluarga kurang mampu.

Program tersebut dijalankan berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 312 Tahun 2025, yang menetapkan sekolah-sekolah swasta penerima bantuan biaya operasional agar siswa dapat menikmati pendidikan tanpa pungutan biaya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk kesungguhan pemerintah daerah dalam menjamin hak pendidikan anak-anak Jakarta.
“Jakarta secara sungguh-sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dapat memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga kurang mampu,” ujar Pramono di Jakarta, pada (26/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, program ini menyasar sekolah swasta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari:

1. Sekolah Dasar (SD)
2. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
3. Sekolah Menengah Atas (SMA)
4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
5. Sekolah Luar Biasa (SLB)

Seluruh sekolah tersebut tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.

Menurut Pramono, pendidikan merupakan salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memutus rantai kemiskinan antar generasi. Karena itu, pemerintah hadir memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang anak-anak Jakarta untuk bersekolah.

Program sekolah swasta gratis ini juga diharapkan mampu mengurangi beban orang tua yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak di sekolah swasta akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Selain meluncurkan program sekolah swasta gratis, Pemprov DKI Jakarta memastikan sejumlah program bantuan pendidikan lainnya tetap dilanjutkan, antara lain:

1. Kartu Jakarta Pintar (KJP)
2. Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)
3. Program Pemutihan Ijazah

Ketiga program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam mendukung pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak sekolah dan masyarakat penerima manfaat. Ia berharap kebijakan pendidikan yang inklusif ini menjadi fondasi lahirnya generasi muda Jakarta yang unggul, berdaya saing, dan memiliki masa depan cerah.

“Semoga ini menjadi pijakan awal lahirnya generasi Jakarta yang lebih maju melalui akses pendidikan yang inklusif, tuntas, dan berkualitas,” tutup Pramono.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read